Investment Company: Memulainya?


Oleh: Iman Supriyono, CEO SNF Consulting

BlackRock, The Vanguard Group, UBS, State Street Global Advisors, Fidelity Investments, Allianz, J.P. Morgan Asset Management, BNY Mellion Investment Management, PIMCO, Credit Agricole Group. Itulah sepuluh perusahaan investasi alias investment company dengan aset kelolaan  terbesar dunia dalam catatan Wikipedia.  BlackRock mengelola USD 5,689 Trilyun alias sekitar Rp 77 770 Trilyun.

Yang menarik, semua berasal Amerika Serikat kecuali tiga: UBS dari Swiss, Allianz dari Jerman, dan Credit Agricole group dari Perancis. Inilah salah satu penjelasan mengapa sampai saat ini negeri Paman Sam ini tetap merajai ekonomi dunia. Product domestic bruto (PDB)-nya terbesar dunia. Mengalahkan bangsa manapun. Andai China, Jepang dan Jerman sebagai negara dengan PDB terbesar kedua, ketiga dan keempat bergabung menjadi satu negara, barulah USA kalah. RI berada di peringkat ke-16 dengan PDB sekitar 1/20 USA.

IMG_20191011_110310-min

Investment company bekerja seperti menyemai biji untuk tumbuh menjadi kehidupan dengan hasil berlipat. Foto: koleksi pribadi

Investment company alias IC bekerja dengan mendorong masyarakat luas berbudaya investasi. Masyarakat yang berbudaya investasi kemudian menitipkan modalnya. Modal titipan kemudian digunakan untuk kebutuhan belanja modal berbagai perusahaan yang sedang berekspansi.

Itulah kenapa lebih dari 25% perusahaan terbesar dunia berasal dari Amerika Serikat. Mereka adalah perusahaan-perusahaan yang terkorporatisasi sempurna. Fully public company yang jika akan berekpansi tinggal membuka keran modal lewat lantai bursa dan masyarakat luas melalui investment company akan berbondong-bondong menyetor.

Itulah kenapa banyak perusahaan negeri ini satu demi satu diakusisi perusahaan asing. Mereka melakukan akuisisi dengan iming-iming harga saham mahal jauh di atas harga pasar. Dananya berapaun dengan mudah dapat diperoleh melalui pelepasan saham baru dari IC.  Dana dengan nilai nyaris tak terbatas.

SAPA0484 Tokoh investment company Warren Buffet

Warren Buffett dalam Sarapan Pagi dari SNF Consulting

Bahkan bukan hanya motif ekonomi. IC juga bisa mengelola dana wakaf. Harvard Management Company adalah sebuah IC milik Harvard University. Perguruan tinggit ternama tersebut mengumpulkan dana wakaf (endowment fund) dari masyarakat  luas sejak tahun 1974. Saat ini total dana yang dikelola sekitar Rp 370T.

$$$

Pertanyaan yang sering muncul ketika saya menyampaikan informasi tentang IC adalah tentang bagaimana memulainya. Jawabnya…IC, baik yang bermotif  ekonomi maupun sosial bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana.  Sekedar gambaran, sebuah ruko yang harga jualnya Rp 5 M di kawasan bisnis bisa disewakan dengan harga sekitar Rp 250 juta pertahun alias Rp 20 juta perbulan. Pendapatan  tersebut cukup untuk memulai sebuah IC dengan kantor sederhana, seorang direktur dangan seorang staf administrasi. Kebutuhan awal sebuah perusahaan bisa berjalan.

Dari mana Rp 5 Milyar? Bagi sebuah IC dengan motif bisnis, dana tentu saja diperoleh dari modal setor pendirian PT. Bagi yang sebuah IC bermotif sosial pengelolaan wakaf, dana awal ini bisa diperoleh dari wakaf uang beberapa orang pendirinya. Dalam era korporatisasi, badan hukum perkumpulan lebih tepat untuk keperluan ini daripada yayasan.

Setelah langkah awal dijalankan, selanjutnya si direktur harus bekerja keras mencari peluang pembelian aset produktif baru dan kemudan menawarkannya kepada investor. Bagi IC sosial, peluang tersebut kemudian ditawarkan ke masyarakat berupa kupon wakaf nominal tertentu.  Seratur ribu rupiah per kupon misalnya. “Nilai jual”-nya adalah berupa program sosial yang akan didanai dengan pendapatan aset wakaf tersebut. Misalnya adalah memberi beasiswa kepada yatim piatu dengan dana hasil sewa aset wakaf yang akan dibeli. Peluang investasi akhirat dengan manfaat dan pahala tiada akhir alias amal jariah.

Satu demi satu aset dibeli. Saat awal aset properti adalah yang  paling aman dan paling direkomendasikan. Tapi ketika dana sudah membesar, pengalaman Harvard Management Company properti hanya menampung 14,5% total aset. Yang terbesar adalah berupa saham di berbagai perusahaan. Itulah cara sederhana membangun IC.  Negeri ini butuh banyak IC baik yang bermotif ekonomi maupun motif sosial.  Agar ekonominya tidak dikuasai asing. Agar ekonominya berdaulat. Anda mau berkontribusi?

Baca juga tulisan lain tentang Investment Company:
Investing company versus operating company
Investment Company BUMN
Investment Company berbasis lembaga keagamaan
Peran Investment Company untuk kemerdekaan ekonomi
Korporatisasi butuh Investment Company

 

 

*)Tulisan karya Iman Supriyono ini pernah dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya

5 responses to “Investment Company: Memulainya?

  1. Ping-balik: Sandiaga Uno, Investing, Operating & “Banci” Company | Catatan Iman Supriyono

  2. Ping-balik: Kampus Sekolah Pesantren, Jangan Berbisnis! | Catatan Iman Supriyono

  3. Ping-balik: 212 | Catatan Iman Supriyono

  4. Ping-balik: Esemka & Mimpi Mobnas: Pelajaran Tesla & Hyundai | Catatan Iman Supriyono

  5. Ping-balik: SNF Consulting: Peran Sosial & Pembiayaannya | Catatan Iman Supriyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s