Halu Covid-19: UKM Lebih Tahan Krisis?


“Covid-19 adalah karpet merah untuk UMKM”. Perusahaan besar terkapar. UKM jaya. Pernyataan-pernyatan seperti ini sering muncul di masa krisis ekonomi. UKM atau UMKM sering disebut-sebut sebagai penyelamat bangsa saat terjadi krisis. UKM lebih tahan terhadap krisis. Banyak orang yang mengamininya. Benarkah? Mari kita cermati.

Yang paling kelihatan di depan mata adalah bisnis ritel. Alfamart misalnya. Laporan semester pertama tahun ini Alfamart mencatatkan omzet Rp 38,085 triliun. Pencapaian tersebut adalah naik 5,3% dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 36,157 triliun.

Mari kita lihat juga raja consumer good Unilever. Semester pertama ini melaporkan penjualan Rp 21,772 triliun. Prestasi tersebut naik 1,5% dibanding periode sama tahun lalu sebesar 21,457 triliun.

Selanjutnya Sari Roti. Perusahaan yang penjualannya sekitar 30% berasal dari gerai-gerai Alfamart ini semester pertama tahun ini memperoleh omzet Rp 1,674 tiliun. Naik 5,5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,587 triliun.

Tiga Perusahaan-perusahaan di atas berkinerja pertumbuhan pendapatan positif. Jauh melampaui kinerja PDB nasional yang justru tumbuh minus 5,05%. Pertumbuhan minus ini diperoleh dari kinerja seluruh pelaku ekonomi di Republik ini. Tentu saja termasuk tiga perusahaan di atas. Artinya, tiga perusahaan itu mampu menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi nasional sehingga hasil akhirnya 5,05%.

Lalu siapakah yang tumbuh negatif sehingga akumulasi secara nasional menjadi minus 5,05%? Mari kita lihat Garuda Indonesia. Pendapatan semester pertama tahun ini adalah USD 917 juta. Angka tersebut menurun 58,19% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 2,193 miliar

Kita melihat Matahari Dept Store. Semester pertama tahun ini retail busana ini omzetnya Rp 2,252 triliun. Pendapatan tersebut turun % 62,155 dari tahun lalu yang sebesar Rp 5,950 trilium. Sebuah penurunan sangat besar.

Selanjutnya Hotel Dafam. Semester pertama tahun ini hotel yang sebelum corona tumbuh agresif ini membukukan omzet Rp 35,941 miliar. Angka tersebut turun % 56,16% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 81,973 miliar.

&&&

Enam perusahaan di atas semuanya adalah perusahaan besar. Perusahaan yang tidak bisa lagi disebut UKM atau UMKM. Sama-sama perusahaan besar, tetapi mengalami perbedaan nasib. Tiga yang disebut pertama mengalami pertumbuhan pendapatan yang jauh diatas angka pertumbuhan ekonomi nasional yang minus.

Tiga perusahaan yang disebut berikutnya bernasib sebaliknya. Pendapatannya tergerus sedemikian dalamnya. Jauh lebih parah dari pada angka minus pertumbuhan ekonomi nasional. Menarik sekali. Bagaimana sesama perusahaan besar bisa berbeda nasib? Bagaimana hubungannya dengan pernyataan di paragraf pertama tulisan ini?

Kecil versus besar

Apakah UKM selamat menghadapi krisis ekonomi akibat Corona? Coba bayangkan seorang pengusaha UMKM yang berjualan tiket pesawat secara online sendirian tanpa karyawan. Tepat jika dikategorikan sebagai UKM. Bagaimana kira-kira nasibnya? Saya yakin akan seperti nasib maskapai penerbangan,  atau perusahaan busana, atau hotel seperti disebut di atas Pasti akan sangat terpuruk.

Tentu beda misalnya pengusaha UKM pedagang beras. Saya yakin omset mereka tidak termasuk yang merosot. Paling tidak akan stabil atau naik seperti tiga perusahaan yang disebut pertama.

Efek  Corona tidak pandang usaha besar atau kecil. Yang membedakan adalah bidang usahanya. Ada bidang usaha yang tetap tumbuh. Seperti bidang consumer good. Ada yang jatuh parah. Seperti bidang perhotelan. Pelajarannya, jangan bangga menjadi UKM. Jangan termakan halusinasi UKM. Jangan terlena pujian UKM lebih tahan krisis. Membesarlah!

Diskusi lebih lanjut? Gabung Grup Telegram  atau Grup WA SNF Consulting

*)Artikel ke-284 ini ditulis oleh Iman Supriyono, CEO SNF Consulting, juga dimuat oleh Majalah Matan edisi September 2020, terbit di Surabaya.

One response to “Halu Covid-19: UKM Lebih Tahan Krisis?

  1. Ping-balik: Pizza Hut Era Pandemi: Singkirkan Gengsi! | Catatan Iman Supriyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s